Langsung ke konten utama

Simple Things Make Me Happy


Selamat datang, weekend! ^_^

Bagi para pecandu rutinitas kesibukan weekdays, weekend menjadi suatu suntikan 'obat suntuk' yang membuat rileks. Bahkan seringkali kita ingin menambah hari libur karena merasa terlena dengan 2 hari 'obat suntuk' yang melenakan. Senin sering menjadi hari ter-badmood, termalas, atau ter-stress bagi hampir semua orang pekerja. Padahal ingat loh teman, yang namanya obat kalau kebanyakan pasti berbahaya. Termasuk 'obat suntuk' itu. Terlalu lama libur dan bermalas-malasan bisa menurunkan potensi dan mematikan produktivitas. *kalau lama libur mah itu namanya pengangguran, Rhein!* =))

Beberapa waktu ini Rhein pun merasakan hal itu, rasa excited untuk bekerja mulai menurun. Ditambah dengan beberapa 'tokoh' di tempat kerja yang tidak satu ritme saat menjalani weekdays. Jadilah, ketegangan yang timbul membuat rasa excited tergantikan oleh pikiran-pikiran buruk, seperti "I'm not supposed to be here!" ;  "I hate him!" ; "Are they stupid or imbesil?" ; "Well, stupid me for being stuck on this situation.". Pikiran-pikiran buruk tersebut, pastinya menambah beban yang ampun-ampunan menyebalkan. 

I always say to myself, don't let other people affect your mood. Alhamdulillah, for several days, I try to figure out how can I get back my 'excited feeling' on my job. Ternyata, hal-hal simpel bisa melarutkan emosi dan membuat hari-hari kerja menjadi lebih menyenangkan.

1. Awali hari dengan sugesti positif. Gampang yah, teorinya :D. Setiap bangun tidur, Rhein yang masih bergelung dalam selimut menyempatkan untuk bergumam "Bismillah, hari ini akan menyenangkan!"

2. Lakukan hal menyenangkan di pagi hari sebelum memulai aktivitas, sekecil atau sesingkat apapun itu. Kalau Rhein pribadi, dandan! Hahaha.. Yup, aktivitas pagi hari Rhein didominasi oleh dandan. :))

3. Tersenyum lebih banyak. Bukan senyum-senyum nggak jelas, tapi ketika tidak sengaja berpapasan siapapun, cobalah untuk tersenyum. :)

4. Bagi yang muslim, sempatkan sholat Dhuha. Rhein merasakan bahwa basuhan air wudhu membuat pikiran lebih rileks.

5. Ketika kita merasa marah, keluarkan dengan sikap yang elegan dan intelek. Debat kusir, omelan, atau cerocosan dengan rekan kerja tidak akan menyelesaikan masalah. My boyfriend told me, work professional and don't trust anyone in office. Sepertinya hampir semua 'kuli' tahu, kantor beda dengan kampus, begitu pula isinya.

6. Jangan terlalu banyak berinteraksi dengan social media saat bekerja. Kecuali kalau kerjanya memang yang berhubungan dengan social media, ya... Fokus, kerjaan cepet selesai, bisa pulang tepat waktu! :D 

7. Maafkan orang karena kebodohannya. Ketika pekerjaan tidak sesuai dengan yang kita rencanakan karena pengaruh pihak lain, maafkan dan segera cari solusi. Tentu hal yang patut diingat juga, cegah kebodohan kita merugikan orang lain.

8. Bersyukur. Bagi kuli seperti Rhein yang dibayar berdasarkan target, lalu ternyata ada anggota tim yang menghambat sehingga target tidak tercapai, awalnya menyebalkan sekali. Namun, syukurilah.. Mungkin belum saatnya Rhein mendapat rezeki itu. Kerja keras dan serahkan semua pada Tuhan.

9. Curhat. Rhein selalu menyempatkan curhat sama Ibu atau pacar setiap pulang kantor. Curhat ini tentunya bukan mengeluh tanpa solusi. Menceritakan hari-hari di kantor bisa meringankan beban emosi yang menghimpit hati.

10. Kembangkan mimpi, asah potensi, luaskan pikiran. Di sela-sela waktu senggang, cobalah cari kegiatan positif yang bisa mengembangkan potensi pribadi. Kursus, seminar, atau ikut acara sosial.

11. Nikmati weekend secara efektif! Nah, lakukan hal-hal yang kita suka deh... :D Weekend ini, Rhein mau mencoba resep masakan baru dari naskah yang sedang Rhein edit. Kebetulan tema-nya masakan Internasional.. hhuummm.. ssllrrppp =9


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Winnie mengatakan…
setuju!! positive thinking aja .. pasti hal2 yg bikin bad mood di tempat kerja bisa diatasi :)
Juminten mengatakan…
Wah, pas banget nih Rhein postingannya.
Besok baru aja mau masuk hari Senin. Hahaha...
Dan pas banget, gw jg lg BT sama beberapa orang yg setim sama gw karena kerjaannya ga beres dan berimbas ke gw jg! *curcol*

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Perkara ber-Agama dan ber-Tuhan di Australia

"Are you a Buddhist?" Saya menatap teman, yang sudah saya kenal di tempat kerja selama satu bulan itu, dengan pandangan bermakna, "Hah?"
Australia, sebuah benua dan negara dengan penduduk sangat-sangat-sangat beragam latar belakangnya. Di sini, pertanyaan setelah "What's your name?" adalah "Where are you from?". Dan jawabannya jarang banget "I'm Aussie." Pasti dari negara yang beda-beda. Indonesia memang penganut Bhineka Tunggal Ika (yang sekarang sedang terluka), namun tinggal setahun di benua Kanguru membuat saya berinteraksi dengan lebih banyak lagi perbedaan. Postingan kali ini akan mencoba membahas tiga perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman saya dan bagaimana menyikapinya. Tadinya saya mau menulis menjadi satu postingan, tapi berhubung hobi curhat jadi saya pisah karena kepanjangan.
AGAMA

"Are you working everyday?" Pemuda itu bertanya sembari tangannya sibuk menyiapkan pesanan mie. "No. I have day off …