Langsung ke konten utama

Fenomena Ramadhan a la Rhein

Hampir 10 hari Ramadhan. Apa kabar shaum kalian?

Bagi Rhein pribadi, ada beberapa perubahan dari Ramadhan tahun lalu. Kalau tahun lalu susah tarawih di masjid karena pasti masih terjebak macet Jakarta, tahun ini Alhamdulillah bisa tarawih di masjid. Kalau tahun lalu Bapak masih ngantor, Alhamdulillah tahun ini udah pensiun dan menghabiskan banyak waktu di rumah. Kalau tahun lalu si jago pitcher *adek Rhein yang cewe* jarang di rumah karena melanglangbuana ikut pertandingan, tahun ini giliran si jago komputer *adek Rhein yang cowo* ga di rumah gara-gara ospek di kampusnya di Bandung. Kalau tahun lalu Rhein masih males baca Al-Qur'an, tahun ini juga masih sama... *digetok pak ustadz*.

Kalau tahun lalu Rhein pulang-pergi kantor tinggal duduk manis di mobil karena ada supir, tahun ini pun Rhein tetep punya supir, tapi ganti-ganti tiap hari alias supir angkot. Nah, karena sekarang selalu pakai angkutan umum inilah Rhein jadi lebih 'melihat' berbagai fenomena Ramadhan yang kayaknya kok makin parah dari tahun ke tahun.

Fenomena konsumtif. Sepemahaman Rhein yang masih suka bolong-bolong ngaji ya... Ramadhan itu saatnya beribadah karena semua ibadah akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Hanya saja yang Rhein lihat, kok yang rame itu mall sama pasar, ya? Eits, bukan berarti Rhein tiap hari nge-mall loh, ya. Karena tiap hari Rhein PP kantor selalu lewat pasar sama mall dan di tempat-tempat itulah jalanan macetnya naudzubileeee... Apalagi menjelang jam buka puasa. Sejak kapan ada orang ngaji di mall coba? Setahu Rhein itu mall ato pasar nggak ngundang ustadz buat ceramah juga. Kesimpulannya ya itu orang-orang rame di mall atau pasar mau belanja. Belanja itu ibadah bukan, ya?

Sebenarnya fenomena ini juga diiringi dengan banyak selentingan tentang orang-orang yang udah heboh pada beli baju lebaran bahkan sebelum Ramadhan dimulai, bo! Ditambah lagi dengan rayuan diskon yang merajalela dengan spanduk dan balihonya. Hadeuuhh... Sayang banget, ya. Jujur Rhein pribadi merasa miris, Ramadhan seperti jadi ajang event bisnis karena kondisi masyarakat yang konsumtif. Rhein bukannya melarang beli baju baru buat Lebaran, toh menghormati hari raya dengan baju rapi dan bersih itu sangat penting. Hanya saja, esensi Ramadhan yang sebenarnya bukan di situ. Bukan di diskon mall, bukan di baju baru, bahkan bukan di saat buka puasa dengan menu yang lebih wah daripada hari-hari biasa.

Fenomena jam pulang kantor. Rhein seneng ya jam pulang kantor saat Ramadhan jadi lebih cepet, meski masih kalah cepet sama PNS *jam 3 udah pulang, bo!*. Nah, kalau saat-saat jam pulang kantor nih, itu jalanan buset dah kayaknya semua pemilik kendaraan pada jadi pembalap. Motor ngebut, mobil juga ga mau kalah. Belum lagi suara klakson tat-tet-tot yang bikin pusing *mobil/motor ngutang aja pamer deh, lo*. Padahal mah, ga usah lebay kali, biasa aja. Kan udah pulang cepet, pasti sampe juga lebih cepet jadi bisa buka puasa di rumah. Minimal shalat maghrib di rumah, deh. Toh Rhein juga tau banyak juga yang biasanya pulang kantor bablas maghrib karena masih di jalan. Yang sabar, tetep ikuti aturan lalu lintas.

Fenomena motor.
Jujur ya, Rhein benci buangeeettt sama pengendara motor ga sopan yang suka salip sana-sini dan seruduk sana-sini. Apalagi para alay yang cuma ngabubrit momotoran di jalan sambil nongkrong atau kebut-kebutan. Plis deh, orang-orang pulang kantor pake motor tuh udah banyak, ga usah nambah-nambahin lah. Apalagi buanyak banget yang ga sopan. Sebagai pemakai kendaraan umum dan pejalan kaki, Rhein sering banget nyaris keserempet. Plus, jangan salah, udah beberapa kali Rhein lihat kecelakaan motor menjelang buka puasa selama Ramadhan ini. Astagfirullah... Dan fenomena motor ini, dari tahun ke tahun, Rhein lihat makin parah loh...

Fenomena razia. Hahahaha... ini yang paling lucu. Hati-hati deh... Pastinya tiap Ramadhan pak polisi jadi pada rajin bertugas! :))

Intermezzo...

Meski shaum, kerjaan Rhein tetep mendatangi rumah chef dan pemotretan untuk buku resep. Ngileeerrr...

 


Selamat menjalankan ibadah Ramadhan. 
Semoga kita semua termasuk orang-orang beruntung yang dapat mencapai taqwa. Bukankah itu tujuan kita shaum, teman? :)


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

langkah fie mengatakan…
wealah nyuruh orang jangan ngambek kok yah dia nge-dumel toh iling toh nduk shaum iki. :P qeqeqe
wiiih.
perabotan motret ny Lengkap euuyy

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…