Langsung ke konten utama

Berasa Buronan -___-"

Rhein mau curhat. Eeaaa... Lama ga posting, dateng-dateng malah curhat. Plak! 

Iya, jadi ceritanya sejak satu bulan lalu, Rhein sudah resign dan mundur dari Gank Kuli Jakarta. Hoorreeee...!! Nggak ada lagi cerita macet Jakarta, supir angkot nyebelin, antrian busway lama, susah nyebrang jalan, sampe gajian telat. Hahahaha... Bahagiaaaaa... Jadi pengangguran kok bahagia, Rhein? Iyalah, bahagia atau tidak, itu tergantung persepsi. Selama kita masih bisa menggali potensi diri dan ada hal yang dihasilkan, kenapa harus sedih? Penghasilan tidak selalu uang, toh? Well ya, meski emang bokek sih #curcol. Hahaha...

Baiklah, curhat dimulai (jadi daritadi belom?). Sebenarnya, sudah agak lama Rhein punya project buat novel lagi. Setelah vakum sekian tahun dengan alasan sibuk dan kurang waktu, akhirnya ditetapkan harus buat novel lagi. Rhein kangen berkarya, kangen tulisan-tulisan Rhein dibaca banyak orang, kangen bikin orang bisa mengambil hikmah dari semua tulisan yang Rhein buat. So, sejak awal tahun Rhein sudah nulis novel lagi deh. Cerita Novel bisa dilihat di posting di bawah ini (berasa iklan). Waktu awal-awal buat sih, Rhein cuma sharing sama para sahabat yang juga sering magabut di kantornya #eh. Setelah resign, pengen coba di share dalam bentuk blog supaya lebih banyak yang baca dan ngasih pendapat. So, jadilah blog CoupL(ov)e.

Awal-awal terbitnya CoupL(ov)e di blog sih nggak terlalu rame, ya.. Pengunjung masih sedikit, dan Rhein masih harus sebar link kemana-mana. Lalu lama-kelamaan, atas bantuan teman-teman di PlurkVille dan TwitterLand, makin menyebar luas lah itu novel. Thanks a lot, friends... Seneng banget banyak yang baca dan ngasih komentar untuk CoupL(ov)e ini.

Jadilah pekerjaan menjadi full-writer untuk nulis CoupL(ov)e Rhein jalani. Tiap hari masih tetap bangun pagi (oke jujur, agak siang), mandi, dandan (I do love make up!), sarapan, dan jam setengah 9 sudah standby bareng si Leptok yang konek ke Internet. Jam 9an (pake -an ya) adalah jadwal CoupL(ov)e update. Selanjutnya, Rhein nongkrong di PlurkVille dan TwitterLand untuk mention teman-teman yang request kalau ada update-an. Bersyukur banget mereka juga bantuin pak RT #ganyambung. 

Setelah pengunjung CoupL(ov)e makin banyak, follower Rhein juga bertambah, yang request update juga makin banyak. Huaaaaa... Padahal jujur nih ya, itu novel CoupL(ov)e aja belum selesai Rhein buat. Tiap hari, Rhein masih harus ngetik ber-halaman-halaman, edit pangkas sana-sini, berkhayal scene per scene, mikirin untaian cerita supaya tetep cantik, baca referensi, plus mencari kira-kira makna apa yang bisa Rhein sampaikan melalui novel ini.
See? Easy reading is hard writing. Apalagi kalau harus dikejar-kejar mention yang merayu-rayu agar Rhein update sering-sering. Hahahaha... Berasa buronan deh bener. Well, meski Rhein belum pernah jadi buronan sih. Tapi, makasih banyak untuk yang udah baca CoupL(ov)e dan memburu Rhein. Karena dengan adanya permintaan dari yang baca, Rhein merasa bahagia, dihargai, dan makin semangat nulis lagi.

Baiklah, daripada nulis ni posting kebanyakan, mending lanjut bikin CoupL(ov)e lagi deh. Kalau nggak tamat, banyak yang nimpuk ntar. -____-"

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

achie mengatakan…
*angkatsepatusiapsiaptimpuk* :p
langkah fie mengatakan…
achie, kalo aku siapin jaring biar gak bisa lari Rhein-nya hehehe...
Dante mengatakan…
hmm awas aja ga selesai...
rhein fathia mengatakan…
Haduuhhh... alarm bahaya ini mah euy... Siap2 paspor palsu buat kabur ah.. =))
icapoes mengatakan…
salam kenal. novelis nih? ^^
Alvina A. Amir mengatakan…
semangaaaattt rhein!! selamat berkarya... semoga lancar dan sukses.. :)
Hans Brownsound ツ mengatakan…
ayoo ayoo ayoo berkarya rhein.
gue dukung nih.
gue dari dulu bikin novel gak selesai-selesai, yang ada nyampe tengah kehilangan ide,

yaudah deh, udahan gue pidatonya,
gue mau ke CoupL(ov)e dulu,
byebye
Tukang Gosip mengatakan…
wadooow....ngapa resign rhein? emang ga kesian apah itu si bos ga ada tukang ngoceh-nya lagi....plak!!!

udah ah...akiyu mo liat gosip dulu di CoupL(ov)e.

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…