Langsung ke konten utama

Susah Curhat?

Ada banyak alasan kenapa gw susah curhat sama orang. Pertama, karena gw masih ngerasa masalah yang gw hadapi nggak sesulit masalah orang. Okay, ada yang pernah bilang ini tanda orang sombong karena nggak mau berbagi. Karena masalah orang lain bisa saja sepele menurut kita dan masalah kita sepele bagi orang lain. Karena itu, butuh saling curhat untuk berbagi. Gw juga suka merasa orang lain pasti sibuk sama masalah-masalahnya dan ngapain juga gw curhat malah nambah masalah mereka.

Kedua, gw ga suka dihakimi. Jujur, gw benci banget di judge sama orang. Okelah gw juga sadar diri gw juga pasti pernah ngejudge orang baik sengaja ato nggak. Tp gw selalu meminimalisir hal itu. Orang curhat itu hanya butuh didengar pada awalnya. Mereka nggak selalu butuh solusi, apalagi solusi yang men-judge dan ga penting. Contohnya seperti ini,

Gw    : Aduh, pusing gw ngerjain skripsi.
si A    : Emang kenapa?
Gw    : Gw masih kesulitan nurunin rumus.
si A    : Ya belajarlah!

Dodol! Mau gw solat tahajud setahun berturut-turut juga gw ga akan pernah bisa nurunin tu rumus kalo gw nggak belajar. Ya gw tau itu musti dipelajari.

Ketiga, karena dari dulu gw sudah terlalu sering dianggap nggak bersyukur. Tiap kali gw curhat tentang masalah yang gw hadapi -yang mungkin bagi orang lain sepele-. Seringkali banyak dari mereka bilang, "Ya ampun, lu tuh kurang apa sih? Lu orang mampu, pinter, kuliah di UI, sukses, penulis novel, temen lu banyak. Nggak bersyukur banget sih lu??". Helloooww... Emangnya masalah hanya muncul pada orang yang nggak mampu, yang ga pinter, yang bukan kuliah di UI, yang nggak punya temen?

Entahlah, bagi gw tiap orang itu punya hak kok untuk menceritakan masalahnya. Sekecil apapun itu. But well, tidak semua orang punya 'telinga', tapi semua punya 'lidah'.

Thanks untuk para soulmate yang selalu denger semua curhat gw. Kalian jauh di mata dekat di hati dan rugi di ongkos kalo mau ketemu =))
Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

aulia mengatakan…
hi. ketemu link-nya dari halaman Dani di multiply.

sebenarnya menurut saya yg jadi masalah adalah kenapa kita curhat.

kadang ada yang cuma mau didengarkan, ga butuh solusi. temen sbg tongsampah. :D

kadang ada yang butuh didengarkan plus solusi, ujung2nya suka bete karena udah cape ngedumel tapi cuma dapet tatapan kosong dari yg dicurhatin.

kadang ada yang berasa seru hidupnya krn kayaknya punya banyak masalah. mengasihani diri sendiri bikin kita jadi peran teraniaya n tokoh utama [mulai gangguan jiwa]

kadang... ada yang nulis di blog kayak gini. :D

salam kenal. :), sori kalau kesannya sok kenal sok dekat sok menggurui. :D

have a nice weekend.

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Perkara ber-Agama dan ber-Tuhan di Australia

"Are you a Buddhist?" Saya menatap teman, yang sudah saya kenal di tempat kerja selama satu bulan itu, dengan pandangan bermakna, "Hah?"
Australia, sebuah benua dan negara dengan penduduk sangat-sangat-sangat beragam latar belakangnya. Di sini, pertanyaan setelah "What's your name?" adalah "Where are you from?". Dan jawabannya jarang banget "I'm Aussie." Pasti dari negara yang beda-beda. Indonesia memang penganut Bhineka Tunggal Ika (yang sekarang sedang terluka), namun tinggal setahun di benua Kanguru membuat saya berinteraksi dengan lebih banyak lagi perbedaan. Postingan kali ini akan mencoba membahas tiga perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman saya dan bagaimana menyikapinya. Tadinya saya mau menulis menjadi satu postingan, tapi berhubung hobi curhat jadi saya pisah karena kepanjangan.
AGAMA

"Are you working everyday?" Pemuda itu bertanya sembari tangannya sibuk menyiapkan pesanan mie. "No. I have day off …