Buku-Buku di 2020 dan Resolusi 2021

Nulis kilas-balik kayaknya nggak ada yang seru karena tahun ini isinya nggak jauh-jauh dari kerja-kuliah-dorm-groceries-sedikit traveling. Hal rada mending di tahun ini dibanding tahun lalu adalah jenis dan jumlah bacaan. Selain materi kuliah, menghabiskan banyak waktu di rumah membuat saya mau tidak mau ya baca buku daripada bosan. Mumpung fasilitas perpustakaan di Praha oke banget dan kalau beli buku pun dapet jatah dibayarin kantor. Hahaha... Berikut daftar buku-buku yang saya baca dan berkesan.


Us

Awal tahun jelang Valentine, pas banget mengawali dengan bacaan ringan buku sketsa ini. Penulisnya bikin project sketsa aktivitas dia dan pasangannya sehari-hari. Mereka baru bangun tidur, mereka belanja, mereka bertengkar, mereka bikin budget pengeluaran, mereka sakit bersamaan, mereka menjalani long-distance-married, mereka menggapai mimpi, mereka punya hobi berbeda, mereka berkompromi dan berbagi, dsb. Sederhana, nyata, dan hangat. Forever we will be, as one you and me.


The Elements of Style

Sengaja beli buku ini karena pengen belajar nulis novel lagi. Eh dapet bonus ternyata isi buku ini juga membahas tentang penulisan non-fiksi yang cocok buat nulis thesis. Tapi tetep kok, saya belum nulis novel dan thesis sampai akhir tahun ini. LOL.


Khadija

She's a badass. Setelah baca buku ini rasanya isi kepala saya punya banyak opini yang ingin dibahas; Kisah para Nabi & Rasul yang sering disalah artikan, posisi perempuan dalam Islam, pentingnya privilej dalam penyebaran wahyu. Banyak banget deh, kapan-kapan saya tulis di postingan berbeda (kalau mood). Ladies, don't be ashamed if you're become stalker to your prospective man. Khadija was the great one and she got Rasulullah Saw. ;)


The girl, The Cat, and The Navigator

Perasaan campur aduk pas baca ini. Cerita fantasi anak-anak yang sangat menyentuh perasaan orang dewasa. Tentang mimpi, obsesi akan pengakuan, pengkhianatan oleh orang tersayang, dan ketulusan dari orang-orang tak terduga. Seringkali, inner-child dalam diri kita muncul saat menghadapi itu semua.


The Housekeeper and The Professor

Bagaimana rasanya hidup dengan seseorang yang hanya memiliki ingatan 24 jam? Tidak diceritakan dengan menye-menye, tapi berhasil bikin saya nangis. Tipikal novel depresif Jepang. Mengingatkan saya pada alm. dosen kalkulus UI. Beliau sempat sakit ingatan, dan di akhir-akhir tidak punya ingatan tentang istrinya. 


On Writing

Saya bukan penggemar novel-novel King karena terlalu seram. Namun, buku ini wajib banget dibaca untuk siapa aja yang ingin (dan masih) jadi penulis. Perjuangan King sampai akhirnya jadi penulis dengan karya menakjubkan nggak semudah order food delivery. Dia ngasih tips-tips nulis, referensi buku-buku yang bisa dipelajari, kebiasaan yang perlu dibangun, support system yang perlu dipilih. Writing is a lonely job. Having someone who believes in you makes a lot of differences. 


Sapiens

Ya ampun ini buku serius tapi seru! Membuka wawasan banget. Yang lucu tentang buku ini; suatu hari saya baca di tram dan tiba-tiba ada seorang cewek nepuk dan nanya pendapat saya tentang buku ini. Ternyata, dia juga lagi baca buku yang sama tapi versi bahasa Ceko! Bahkan dia nunjukin bukunya. Jadilah sepanjang perjalanan kami diskusi tentang isi buku layaknya teman lama. LOL.


Writers & Lovers

Setuju dengan tokoh di sini, saya nggak berminat punya pasangan penulis. Hahaha. Cerita dibangun dengan sederhana, tentang aktivitas si tokoh (penulis) sehari-hari, gimana dia bangkrut, ibunya meninggal, bapaknya pervert, tulisannya ditolak berkali-kali, dipecat, naksir-naksiran sama cowok eh malah di-ghosting, lalu pacaran sama yang lain eh malah abusive (I feel you, Sis). Yang bikin surprise, ngga terkesan menye-menye. Di akhir cerita saya baru sadar bahwa kisah hidup tokoh ini emang lagi di titik terendah. Happy ending untungnya, selayaknya tema romance. 


Normal People

Yang bikin betah baca adalah gaya penceritaan penulisnya. Cerita tentang dua tokoh utama yang tentu saja ngga tergolong normal. Banyak review yang kecewa sama endingnya, tapi saya mengerti. Because I did the same as the girl in this book. Get used to it doesn't mean it didn't hurts.


Burial Rites

Bagaimana rasanya menjadi narapidana yang sedang menunggu hukuman mati? Layaknya cerita dengan latar belakang Eropa di abad 19, banyak tokoh, banyak sudut pandang, tapi semuanya mengerucut tentang satu tokoh utama. Suram, sedih, dingin, depresi, pasrah. Baca buku ini bikin saya mimpi buruk. LOL. Berdasarkan kisah nyata, buku ini emang layak dapat banyak award. 


Before the Coffee Gets Cold

Jika bisa pergi ke masa lalu, siapa yang ingin kamu temui? Premis cerita unik, tokoh-tokohnya menarik, kisah yang disajikan berhasil membuat saya simpatik. Satu komplain adalah terjemahannya kurang apik. Sebagai penggemar fiksi depresif Jepang, terjemahan bahasa Inggris di buku ini membuat saya kurang merasa depresi.


The Seven Husbands of Evelyn Hugo

Fiksi biografi Evely Hugo, Hollywood star di penghujung usia 79 tahun. Setelah baca ini, saya jadi merasa.. Well, that's life. Be good to yourself, invest on yourself, because in the worst situation you can only relay on yourself. Salah satu quote yang relate banget bagi saya sebagai pengidap trust issue: "People think intimacy is about sex. But intimacy is about truth. When you realise you can tell someone your truth, when you can show yourself to them, when you stand in front of them bare and their response is 'you're safe with me'- that's intimacy".



Things My Son Needs to Know about the World
Buku ini masuk dalam kategori fatherhood (who knows I'll become single parent). Ditulis dalam gaya kocak, saya terbahak di tiap bab dalam buku ini. Bagi saya isinya nggak hanya tentang fatherhood, tapi the whole parenting yang real tanpa tedeng 'how-to' jadi ortu harusnya begini dan begitu. Membacanya seperti melihat refleksi bagaimana Bapak berusaha yang terbaik untuk keluarga dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Being parents was never easy. Masalah hidup sebelum fase jadi ortu rasanya receh dan remeh sekali.


Al-Qur'an

Hidup itu harus seimbang. Saat sepertiga malam pertama bisa tipsi, sepertiga malam terakhir masih sanggup tahajud dan ngaji. Saya emang anomali. Haha. Saya masih percaya bahwa recite Qur'an adalah salah satu cara untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Meski saya ngga paham bahasa arab, seringnya saya ngaji sambil curhat ini itu dalam hati. Simple way to manage my anxiety and being vulnerable. Thank You for make my life wasn't that miserable and not easy either so I can grow up to be better person and will always relay on You. Karena hanya Tuhan yang Maha mendengar. Semoga tahun depan bisa khatam lagi walau cuma sekali. 


Begitulah, buku selalu jadi hiburan saat harus berkutat dengan kuliah dan jurnal. Saya juga percaya buku selalu bisa membuat otak dan hati lebih berwawasan. I don't judge a book from its cover. But sometimes I judge people from how they reflect from what they read. Untuk tahun depan udah punya A Promised Land karya Barrack Obama. I'm not so into politic, but I'd like to learn from good references, for sure not from online news or social media. I read Michelle's book and listen to their podcast and adore them so much as supportive & strong couple. They both really compatible for each other.


ya ampun aku tembem


Mumpung ini tulisan akhir tahun mari sekalian membuat resolusi. Mengingat tahun ini rasanya seperti burung dalam sangkar (baik-baik aja, tapi kena lockdown), tahun depan mau baby steps dulu aja belajar terbang lagi. Yang bikin sedih tahun ini ga ketemu keluarga sama sekali ;(. Yang bikin tenang ternyata saya baik-baik saja. 


Yang saya pengen: tidur nyenyak, lulus kuliah tepat waktu, nabung yang banyak, rutin olahraga, invest di body & skin care, punya karya. Yang saya nggak pengen: impulsif belanja, mengulang kesalahan masa lalu dalam hal relationship. Harapan: ada vaksin overthinking (sedative helps, but..). 


It can be scary to ask yourself 'what's next'? All the doubts start to creep in. Can I handle the challenge? But, let's just take the first step. 

I just hope for a better year. :)


Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Review Macbook Air 11 Inch