Langsung ke konten utama

Kompetisi Review Gloomy Gift

Cihuy! Masih dalam euforia terbitnya GLOOMY GIFT, yang alhamdulillah dapat respon positif dari pembaca dan bintang-bintang lucuk di goodreads yang bisa dilihat di sini. Maka, Rhein dan Bentang Pustaka mengadakan Kompetisi Review Gloomy Gift atau dengan hastag #KompetisiReviewGG bagi para pembaca Gloomy Gift. Caranya gampang banget, kok. Berikut keterangannya:

  1. Kompetisi diadakan mulai 23 Maret-11 April 2015.
  2. Setiap peserta wajib memiliki buku Gloomy Gift & wajib menyertakan foto buku selfie bersama Gloomy Gift dalam postingan web (blogspot, wordpress, kompasiana, dll).
  3. Peserta membuat review Gloomy Gift sebanyak 500-1,000 kata.
  4. Peserta menyertakan data diri lengkap (nama, alamat, no. hp) dan alasan menyukai buku Gloomy Gift di badan email.
  5. Tulis review kamu di blog pribadi.
  6. Share link review di twitter, mention @rheinfathia & @bentangpustaka dengan menyertakan tagar #KompetisiReviewGG atau share di Facebook, lalu tag ke Bentang Pustaka.
  7. Kirim email link blog kamu ke: contactme@rheinfathia.com dan kuisbentang@gmail.com dengan subjek #KompetisiReviewGG
  8. Setiap peserta sudah follow twitter @rheinfathia & @bentangpustaka ya.
  9. Pengumuman pemenang hari Sabtu, 18 April 2015.

Hadiahnya?? Seru abis dong pasti...

Pemenang 1:
Paket buku Bentang Pustaka senilai 150,000
Notebook bag Akkarena by. GET Daily Gear

Pemenang 2:
Paket buku Bentang Pustaka senilai 100,000
Tablet bag Bunaken by. GET Daily Gear

Ditunggu yaaaaahhh.. Ayo pada ikutaaaaannn... :D






Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

desti ana mengatakan…
Rhein..aq baru ketemu novel gloomy gift. Krn rmh direnov. Ahh keren. Aq suka bgt. Aq mau tanya apa nantinya gloomy gift bakal ada yg kedua? Adain dunk...penasaran ama lanjutannya.

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Yang Berbeda: Orientasi Seksual dan Ras

Suatu kali di kelab malam, lantai dansa selalu menjadi tujuan utama saya untuk bergoyang. Lampu gemerlap, musik berdentam, dan di antara kerumunan saya melihat seorang perempuan rupawan dengan rambut indah panjang. Ia mengerling, mata kami bertemu. Tanpa ragu, gadis itu menarik saya untuk menari berpasangan. Beberapa pria melihat kami begitu asyik dan tertarik untuk mendekat, perempuan itu dengan setengah malas menghalau tak berminat. Seiring musik menghentak, kami berdansa makin semangat. Kami tertawa, saling sentuh menggoda, sesekali gadis cantik itu memeluk saya, tangannya serta merta meraba pinggul dan paha. Dengan alasan berpose selfie, pipi dan bibir saya pun diciumnya. Sampai ketika jemarinya berkelana ke bagian intim, saya merengkuh kedua pipinya dan berkata, "I'll go buy drinks. Okay?" 
Melanjutkan postingan sebelumnya, Australia tidak hanya menyuguhkan cerita tentang perbedaan agama. Kali ini saya akan bercerita tentang perbedaan lain yang jarang ditemui selama…