Langsung ke konten utama

PRE-ORDER CoupL(ov)e

”Siapa bilang menikah dengan sahabat sendiri itu menyenangkan? Jika dengan alasan antar sahabat itu sudah dekat, bisa saling memahami, dan mengerti, itu semua bukan jaminan. Kami memang dekat, belasan tahun bersahabat, sudah saling memahami dan mengerti. Termasuk sangat mengerti, kepada siapa masing-masing dari kami menambatkan hati.”

Yap! InsyaAllah kalau sesuai rencana, novel CoupL(ov)e akan beredar minggu depan. Nah, bagi yang ingin mendapat edisi spesial, bisa ikutan Pre-Order yaaaa...

[PRE-ORDER LIMITED] novel CoupL(ov)e! 

CoupL(ov)e by. Rhein Fathia penerbit Bentang Pustaka.
Harga asli IDR 64,000. Harga Pre-Order IDR 57,000 (belum ongkos kirim dari Bandung). Apa saja keuntungan kalau pre-Order? DISKON + TTD + Merchandise (limited) + voucher totok wajah @PuriWanoja (limited)
Caranya gampang. Pilih salah satu untuk hubungi e-mail ke contactme@rheinfathia.com, atau SMS ke (08989760706) dengan format:

Nama:
Alamat lengkap+kode pos:
No. Hp:
Jumlah: (Max. 5 eksemplar. Bisa gabung sama temen yang satu wilayah supaya hemat ongkir)

Periode Pre-Order dari 6-10 Februari 2013. Estimasi pengiriman novel 1 minggu setelah masa pre-order berakhir. Mau dong, dapet novel CoupL(ov)e versi limited plus bonusnya... ;). 



Sponsored by:



ps: Yang di Bandung bisa ketemuan di sekitaran ITB.



Kau tahu, kenapa orang yang menikah selalu mendapat ucapan "Selamat Menempuh Hidup Baru?"
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.
~CoupL(ov)e~

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

feni mengatakan…
tambah cap bibir ya cantik! :)))

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Yang Berbeda: Orientasi Seksual dan Ras

Suatu kali di kelab malam, lantai dansa selalu menjadi tujuan utama saya untuk bergoyang. Lampu gemerlap, musik berdentam, dan di antara kerumunan saya melihat seorang perempuan rupawan dengan rambut indah panjang. Ia mengerling, mata kami bertemu. Tanpa ragu, gadis itu menarik saya untuk menari berpasangan. Beberapa pria melihat kami begitu asyik dan tertarik untuk mendekat, perempuan itu dengan setengah malas menghalau tak berminat. Seiring musik menghentak, kami berdansa makin semangat. Kami tertawa, saling sentuh menggoda, sesekali gadis cantik itu memeluk saya, tangannya serta merta meraba pinggul dan paha. Dengan alasan berpose selfie, pipi dan bibir saya pun diciumnya. Sampai ketika jemarinya berkelana ke bagian intim, saya merengkuh kedua pipinya dan berkata, "I'll go buy drinks. Okay?" 
Melanjutkan postingan sebelumnya, Australia tidak hanya menyuguhkan cerita tentang perbedaan agama. Kali ini saya akan bercerita tentang perbedaan lain yang jarang ditemui selama…