Langsung ke konten utama

Pengumuman Pemenang Kuis

Yeeaayy!! Akhirnya.. Waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Hahahaha... Apakah para peserta Kuis Resensi Novel Favorit hari ini pada memendam rasa penasaran? Atau biasa aja? Atau penasaran tapi cool aja? Atau sampai berdoa dan ngasih sesajen supaya menang? Duh Rhein, kebanyakan ngomong deh! :D

Oke! Sebelumnya, Rhein mau ngucapin makasih banyaaaakkk untuk semua peserta yang udah pada ikut. Baru kali ini Rhein mengadakan kuis dan apresiasi dari temen-temen baik sekali. Jadi semangat untuk baca tulisan-tulisan peserta yang masuk. Semua resensinya bagus-bagus, lengkap, plus bikin penasaran dan pengen baca novelnya langsung. Sayangnya, aku hanya punya dua hadiah (Iya, kurang banyak). Mau nggak mau harus memilih 2 yang terbaik dari 43 resensi novel yang masuk di Fan Page Rhein Fathia.

Milihnya gimana? Semua resensi pasti Rhein baca, kok. Setelah itu, tentu Rhein cocokan dengan persyaratan yang sudah disebutkan di Syarat & Ketentuan Quiz. Selanjutnya, Rhein baca dan seleksi berdasarkan kelengkapan resensi, isi tulisan, dan seberapa informatif resensi tersebut. Maka, setelah berbingung ria dan bertapa mencari wangsit, terpilihlah 2 pemenang yang berhak mendapatkan hadiah paket buku. Yaitu.... Jeng! Jeng!
  1. Martina Sugondo (@noothermartina), dengan Romancing Mr. Bridgerton, berhak mendapat paket buku 1.
  2. Naztasya Oktarina (@naztasaari), dengan Herr Der Deibe (Pangeran Pencuri), berhak mendapat paket buku 2.

Selamat kepada para pemenang! Yeeaayy!

Untuk kalian berdua, tunggu email dari saya untuk proses pengiriman hadiah...

Untuk yang belum beruntung, terima kasih atas partisipasinya. Sedikit kecewa itu wajar, tapi bukan berarti tulisan resensi kalian nggak bagus, kok. Mungkin kali ini belum beruntung. Terima kasih atas partisipasinya... :)
P.S: Dapet info dari penerbit kalau novel Rhein insyAllah terbit & beredar Januari atau Februari. Nah, tunggu kuis seru selanjutnya tentang novel itu ya! Hohohohoho.... :D

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

a.i.r mengatakan…
salam kenal ya mbak.. :)
Selvia Sari mengatakan…
Buat yang menang, selamat yaaa :))
*aku ketinggalan info*
Hipnoterapi surabaya mengatakan…
hmm selamat nih buat para pemenang

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

9 Things to Do for WHV Indonesia When Arrived in Australia

Sebenarnya saya udah lama ingin nulis ini, meski nggak sesibuk teman-teman WHV warrior lain, toh saya terkendala penyakit malas. As usual. Nah, berhubung sekarang lagi day off dan hawa-hawa di perpustakaan ini bikin pengen nulis, saya mau share beberapa hal yang perlu dilakukan saat awal hidup di Australia (Sydney, tepatnya) saat menjalani Work & Holiday Visa.
Beli Kartu Bukan kartu gaple ya. Saat mendarat di bandara Sydney, akan banyak ditemukan counter-counter provider ponsel. Saya milih kartu Vodafone, alasannya selain karena konon katanya menurut gosip sinyalnya paling kenceng, juga pada saat mau beli eh lagi ada diskon gitu, paket $50 cukup bayar $30. Nah, kartu sim di Australia ini agak sedikit berbeda dengan di Indonesia. Sistemnya paketan dengan harga berbeda. Misalnya, saya pakai paket $30 dengan masa berlaku 28 hari, gratis telpon & sms ke semua nomor Australia, paket internet 2 GB plus bonus, dan pulsa $30. Ini nggak pernah habis, lho. Karena saya seringnya pakai wi…

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…