Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari April, 2016

Work & Holiday Visa yang Menjawab Mimpi

Setelah lulus kuliah setahun lalu, saya getol banget cari beasiswa di luar negeri. Kuliah lagi?? Yaaa.. Sebenarnya urusan luar negeri ini obsesi dari dulu. Saya punya kebiasaan membuat target-target obsesi seperti: saat usia 17 tahun harus membuat sesuatu yang spesial, alhamdulillah terbit novel pertama, Jadian 6 Bulan. Nah, dari dulu sudah punya obsesi pokoknya sebelum usia 30 tahun harus bisa merantau & tinggal di luar negeri. Dalam hal ini luar Asia. 
Jadilah, berburu beasiswa merupakan proses melelahkan sejak tahun lalu. Hasilnya, gagal melulu. Apalagi cari beasiswanya nggak mau yang dari Indonesia karena males dengan syarat memberi timbal balik (nggak nasionalis kamu, Rhein!). Jelas saja persaingan skala internasional lebih ketat, Neng! Bersaing sama pemuda-pemuda hebat Indonesia saja belum tentu mampu. Loba gaya maneh..
Emangnya mau ngapain ke luar negeri, Rhein? Belajar. Itu saja alasan saya. Saya ingin belajar hidup di negara lain, belajar mandiri, belajar berbaur, belaja…