Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari November, 2015

ASEAN Trip (2): Backpacking Phuket-Patong

Phi-phi Island Tour
Malam sebelumnya saya udah keliling sekitaran Bangla Road untuk cari tour Phi phi, harganya rata-rata 1600 baht, paling mentok 1,400 baht, dan akhirnya dapat 1,350 baht. Senin 19 Oktober pagi, sudah ada van yang menjemput ke penginapan, on time. Salah satu hal yang saya suka dari Thailand adalah kedisiplinan mereka akan janji & waktu. Tahun lalu saat ke Bangkok & Pattaya pun, segala macam aktivitas selalu tepat jadwal. Bukan hanya yang berhubungan dengan fasilitas umum, tapi memang attitude masyarakatnya aja. 
Sampai di pantai (saya lupa namanya), saya dan penumpang van lain diberi benang wol warna kuning untuk dijadikan gelang. Tiap penumpang speed boat memakai warna gelang berbeda. Sebelum berangkat, guide kapal (Mr. Ring) menjelaskan banyak hal dengan bahasa Inggris aksen Thailand (pokoknya ya gitulah kedengerannya, kadang nangkep maksudnya lebih seringnya saya bingung), mengenai rute, waktu di tiap lokasi, fasilitas, bahkan memberi kami antimo. Sekitar …

ASEAN Trip (1): Backpacking Jakarta-Singapura-Phuket

Singapore (Changi): Heaven of Duty Free Minggu pagi 18 Oktober 2015, saya bertolak dari Soekarno Hatta menggunakan maskapai Harimau Udara menuju Phuket dengan rute transit di Singapura selama kurang lebih 5 jam. Tidak perlu diceritakan lah ya bagaimana oh-so-wow nya Changi, sudah tenar kredibilitas bandara di negara mungil ini memanjakan para traveler. Bahkan saat saya tiba, masih banyak manusia bergelimpangan di sudut-sudut bandara alias mereka yang menginap untuk penerbangan selanjutnya. 
Awalnya saya ingin ikut free tour Singapore yang disediakan pihak Changi, namun apadaya untuk jadwal yang diincar sudah habis. Hiks.. Jadilah, selama transit cukup puas mengelilingi taman-taman indah, mewarnai gambar (sebenarnya ini fasilitas untuk anak-anak, tapi ya sudahlah tampang saya masih baby face) dan pastinya belanja make up di Duty Free #uhuk. Ya gimana dong, gerai Duty Free itu banyak banget dan menggoda iman. Hihihi.. Saat akan boarding, pengecekan cukup rempong sampai saya harus membon…

Why ASEAN? (Intro)

Awalnya, saya hanya berencana menyambangi Ubud Writers & Readers Festival bulan Oktober lalu, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ubud merupakan salah satu kota yang bisa membuat saya rileks, tenang, dan cocok untuk menjernihkan pikiran. Apalagi kalau pergi sendiri. Kontradiksinya, beberapa bulan lalu saya justru sedang suntuk dengan urusan tulis-menulis dan para sahabatnya. Kalau saya ingin ‘semedi’ tapi datang ke acara yang berhubungan dengan apa yang membuat saya suntuk, ga jadi dong refreshingnya. 
Akui saja, bahkan aktivitas menyenangkan yang kita sukai saja bisa menjadi menyebalkan dan kita perlu menjaga jarak sejenak. Ibarat sebuah hubungan, kadang perlu jarak agar ada rindu, agar cinta tetap tumbuh seiring waktu. (Kemudian baper karena jomblo).
Di sisi lain, saya sebenarnya punya rencana backpacking ke Eropa. Tapi karena paspor baru perpanjangan, kok jadi kosong gitu.. Sedih paspor sepi cap dan agak gengsi kalau mau apply schengen tapi isi paspor bersih. Lalu melihat ada…

I'm Home

What I love the most from traveling is be a stranger and meet strangers. Setelah 16 hari berkelana menapaki seuprit bagian Bumi di ASEAN dengan jalur darat, laut, dan udara, akhirnya saya pulang dengan selamat sehat wal afiat. Ini perjalanan terlama meninggalkan rumah dan menjadi pengalaman istimewa. Banyak hal seru, lucu, senang, dan mengkhawatirkan yang terjadi. Dari kota modern yang setiap sudutnya ada wifi gratis sampai menembus hutan malam-malam yang membuat saya bahagia hanya karena melihat sepijar lampu. Ada banyak cerita yang saya ingin bagi di blog ini, nantiiiii.. karena sekarang masih harus kembali mengurusi Tenda Destarata. Pastinya, saya senang menjadi backpacker karena berkesempatan bertemu backpacker lain.



Love is real, real is love. -John Lennon-