Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Kompetisi Review Gloomy Gift

Cihuy! Masih dalam euforia terbitnya GLOOMY GIFT, yang alhamdulillah dapat respon positif dari pembaca dan bintang-bintang lucuk di goodreads yang bisa dilihat di sini. Maka, Rhein dan Bentang Pustaka mengadakan Kompetisi Review Gloomy Gift atau dengan hastag #KompetisiReviewGG bagi para pembaca Gloomy Gift. Caranya gampang banget, kok. Berikut keterangannya:

Kompetisi diadakan mulai 23 Maret-11 April 2015.Setiap peserta wajib memiliki buku Gloomy Gift & wajib menyertakan foto buku selfie bersama Gloomy Gift dalam postingan web (blogspot, wordpress, kompasiana, dll).Peserta membuat review Gloomy Gift sebanyak 500-1,000 kata.Peserta menyertakan data diri lengkap (nama, alamat, no. hp) dan alasan menyukai buku Gloomy Gift di badan email.Tulis review kamu di blog pribadi.Share link review di twitter, mention @rheinfathia & @bentangpustaka dengan menyertakan tagar #KompetisiReviewGG atau share di Facebook, lalu tag ke Bentang Pustaka.Kirim email link blog kamu ke: contactme@rheinfa…

GLOOMY GIFT Officially Published

Yes, it’s official. GLOOMY GIFT got published!
Bagi follower di twitter atau facebook saya mungkin sudah tahu tentang novel ini dari jauh-jauh hari berkat rasa excited hingga saya tak henti promosi. Hehe.. Di sini, saya ingin bercerita sekilas di balik layar tentang GLOOMY GIFT.
Merunut dari novel-novel yang sebelumnya sudah diterbitkan, semua karya saya mengambil tema cinta. GLOOMY GIFT juga masih sama. Lho, lalu apa bedanya? Apa uniknya? Pertengahan 2013 setelah CoupL(ov)e dan Seven Days terbit, disusul re-package Jadian 6 Bulan dan Jalan Menuju Cinta-Mu, jujur saya merasa bosan menulis novel cinta dengan konflik yang itu-itu saja. Pun tidak dipungkiri, novel bertema cinta yang beredar di pasaran tidak jauh-jauh dari konflik rindu, cemburu, dan harapan palsu. Konflik tersebut tidak akan pernah basi, tidak akan pernah karena setiap manusia akan mengalami fase-fase itu.
Namun sebagai penulis, saya bosan. Ada titik jenuh sebagai penulis romansa harus menggarap konflik yang serupa mesk…