Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Mei, 2014

Backpacker Thailand Trip (part 3): Madame Tussauds & Khaosan Road

8 May 2014 Pagi hari kedua di Pattaya, Rhein ngga berencana pergi ke mana-mana, sih. Setelah cebar-cebur di pantai, jalan kaki nyasar-nyasar, dan nonton Lady Boy sampai malam, rasanya ingin istirahat sebentar. Baru siap-siap packing jam 9, check out, naik tuktuk ke terminal bis (sempet nyasar), dan beli tiket bis ke Bangkok yang jam 11 siang. Sampai Bangkok ke Ekkamai lagi, niatnya sih mau ke Planetarium Bangkok yang ada di sekitaran situ (pas malam hari pertama kali sampe Bangkok, sempat lihat), tapi entah kenapa sepertinya karena Bangkok siang hari rame banget, banyak orang lalu lalang, kendaraan, pedagang kaki lima yang berjejer di sepanjang jalan, eh nggak ketemu dong Planetariumnya! Hahaha.. 
Karena lapar, akhirnya naik BTS ke Ratchadewi dengan tujuan Platinum Plaza, bisa jalan kaki tapi kalau di tengah hari panasnya lumayan juga. Sempat mau salah masuk karena ternyata di samping Platinum Plaza ada apartemen yang namanya Platinum dan di depannya banyak gerai-gerai jualan baju (se…

Catatan Novel: Zeno & Kara

Baru saja merampungkan sebuah novel, masih romance pastinya. We can’t live without love. Setelah novel Jadian 6 Bulan dengan tema remaja islami, Jalan Menuju Cinta-Mu dengan tema keluarga, Seven Days dengan tema perjalanan, dan CoupL(ov)e dengan tema rumah tangga pengantin baru, kali ini Rhein memilih tema yang berbeda. Bagi Rhein, menulis adalah tentang pengembangan skill, harus ada tantangan baru yang tidak hanya untuk pembaca, tapi juga agar penulis itu sendiri tidak bosan. Pilihan tema kali ini: crime & action.

Awal mula dapat ide hampir setahun lalu. Lupa karena kesambet atau tergoda oleh apa, tokoh-tokoh ini bermunculan dengan riuh di dunia khayal yang sudah tercipta.
Sometimes, love is about facing your biggest fear Semua orang pasti pernah merasa takut. Takut binatang buas, takut gagal, takut mati, takut terlambat, takut merasa sakit tak terperi, takut menghadapi sidang skripsi, dan segala macam takut lain. Namun ada kalanya, menghadapi rasa takut adalah suatu bentuk cinta.

Backpacker Thailand Trip (part 2): Pattaya & Koh Larn Island

7 May 2014 Subuh di Bangkok, jujur Rhein nggak tahu arah kiblat ke mana. Pas di Indo nyarinya jadwal solat doang, lupa cari arah kiblat. Tapi yasud, kalau nggak tahu, solat mah niatnya yang penting ke kiblat, yes. Malam sebelumnya udah pesen ke resepsionis kalau beres subuh minta diantar ke terminal bus Ekkamai. Katanya mereka bisa nganter pake ojeg. Namun apa daya jam 5 pagi itu resepsionis masih gelap, nggak ada orang, ngga ada bel untuk manggil, mau nelepon ke contact person ya nomor hape Rhein masih nomor Indo kena roaming ngga bisa dipake. Akhirnya memutuskan untuk check out, simpan kunci, dan keluar hostel cari taksi ke terminal Ekkamai. Soalnya ngejar kapal ferry ke Koh Larn Island di Pattaya nanti yang cuma ada di jam-jam tertentu. 
Supir taksi, petugas terminal, dan orang-orang yang Rhein temui sepagi itu ramah-ramah. Mungkin kelihatan banget, cewek bawa backpack gede laha-loho nggak tahu arah, jadi mereka murah hati ngasih informasi. Perjalanan 2 jam dari Bangkok ke Pattaya …

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …