Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Juni, 2012

Happines of June :)

Juni memang bulan yang spesial. Sampai-sampai seorang sastrawan pak Sapardi Djoko Damono pun membuatkan puisi tentangnya dengan judul, "Hujan di Bulan Juni".

Buat Rhein, Juni tentu lebih-lebih spesial. Alasan utama tentu karena Rhein dan Furky lahir di bulan ini, dengan tanggal lahir beda 1 minggu. Itu tandanya, selalu ada syukuran dan keluarga kumpul lengkap di tiap bulan ini. Juni juga identik dengan libur sekolah, libur kuliah, summer time kalau kata orang Eropa & Amrik sana, meski nggak berlaku libur buat kuli Jakarta. Hiks.. Intinya, Juni selalu ditunggu-tunggu oleh keluarga Rhein. Ultah, makan-makan, liburan. Cihuy!

Nah, Juni di tahun ini juga spesial banget buat Rhein. Pertama, si pacar datang. Iya, si pacar yang sedang merantau di pulau terpencil bernama Tarakan di Kalimantan Timur itu, dapet izin libur dari kantor dan datang ke Bogor! Hohoho... Kejutan! Senaaannngg banget! Karena Rhein belum bisa cuti dan ngga ada long weekend, kami cuma melakukan aktivitas ora…

25!

Dear Mom & Daddy, I'm 25 now... Even I'm not a kid anymore, not a toddler or teenager, but still will be your little daugther, little princess... :)
Pagi ini menyenangkan seperti biasa. Bedanya, saat akan berangkat ke kantor, Ibu mencium pipi dan memelukku erat. Mengucapkan selamat ulang tahun dan berdoa supaya aku cepat menikah *gubraaaakk*. Bapak pun turut serta mencium pipiku serta berdoa, "Semoga teteh selalu sabar dan semakin bijaksana dalam menghadapi semua ujian Allah", sembari mencium ubun-ubun. Ah, doa pagi dari orangtua selalu mengharukan, bukan?

Setelah mendapat selamat dan doa dari adik-adik, pacar, geng H. Ridhi, temen-temen plurk, facebook, rasanya sangat menyenangkan pagi hari yang didoakan banyak orang. Semoga doa yang kalian berikan mendapat balasan dari Allah SWT dengan balasan sebaik-baiknya. Aamiin...
So,  I'm 25 now.. Seperemat abad, mameeeenn!! Hahaha... Konon, wanita di usia gw ini sedang masa-masa rawan. Rawan mengejar karir, rawan dita…

Seven Days (part of)

Ubud, kota kecil, sejuk, nan indah yang kukenal justru melalui film produksi Holywood, Eat, Pray, Love. Aku dan Shen sampai menjelang maghrib dan langsung mencari penginapan. Setelah menyimpan barang dan bersih-bersih, kami keluar mencari makan malam. Ada cerita unik yang kudapat dari pemilik penginapan saat check in tadi. Saat aku melihat jejeran motor milik pengunjung terparkir di jalanan di depan penginapan, aku bertanya kemana semua kendaraan itu nanti disimpan. Karena kulihat tempat parkir yang tersedia sedikit sekali. Pemilik penginapan malah tertawa menanggapi pertanyaanku. Katanya, motor-motor itu diparkir di jalan saja. Tidak pernah terjadi pencurian selama ia hidup di Ubud ini. Semuanya aman. Giliran aku terhenyak tak percaya. "Romantis banget tempatnya ya, Shen?" Kepalaku menoleh ke sana kemari dan menatap sekeliling cafĂ© yang Shen pilih sebagai tempat makan malam. Ruangan luas dengan penataan kursi dan meja kayu yang rapi, di beberapa sudut malah berupa sofa empuk …

Editor Belajar Branding

Lagi kesel setengah mati. Sekesel-keselnya karena ketemu orang super egois yang baru kali ini gue temui dan dengan terpaksa harus gw ladenin. Setelah gw jadi editor buku fashion muslimah milik seorang desainer yang Alhamdulillah best seller, bos gw memperkenalkan dengan seorang calon penulis lagi. Ceritanya dia mau bikin buku fashion muslimah juga. Gue bilang dia calon penulis karena dia belum pernah nulis dan setau gw bukan lulusan sekolah desainer mana pun (ga patut lah gw sebut desainer fashion juga). 

Awal-awal kerja bareng masih okelah, meski feeling gue merasa nggak enak (masih inget kan gw kalau ketemu orang pertama kali selalu langsung dapet feeling 'sesuatu'). Why? Karena dia nggak ramah. Kalau dateng ke kantor hampir nggak pernah nyapa-nyapa atau senyum. Tiap rapat pun seringnya nggak merhatiin, malah asik main BB ato tabletnya. Siapa yang suka sama orang yang attitudenya seperti ini. Waktu berjalan seiring proses pembuatan buku, bolak balik pemotretan, ngurusin mode…