Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Agustus, 2011

Penonton Selingkuh

Selalu ada cerita menarik tentang selingkuh. Dilihat dari berbagai sisi, semuanya tampak menarik. Dari sisi pelaku selingkuh, dari korban selingkuh, dan dari penonton 'drama klasik' perselingkuhan. Nah, sekarang izinkan saya berceloteh dari pihak ketiga. Karena saya nggak pernah menjadi pihak pertama #plak. =))
Kalau kalian pernah menjadi pelacur (pelayan curhat) bagi teman-teman kalian yang menjadi korban selingkuh, apa sih yang bakalan kalian lakukan? Membela teman kalian pastinya. Membesarkan hati, menghibur, membela, bahkan ikut menghina si pelaku yang menyelingkuhi teman kalian. Kata-kata, "Dia ga pantes buat kamu" atau "kamu beruntung ga lanjut sama dia" atau lagi "kamu terlalu berharga untuk dia", mungkin menjadi celoteh klasik yang muncul dari mulut kita.
Sebagai teman yang menjadi korban selingkuh, kita melihat proses kesedihan teman tersebut. Awalnya menangis (bahkan histeris), selanjutnya maki-maki, selanjutnya lagi mencoba bangkit dengan…

Fenomena Ramadhan a la Rhein

Hampir 10 hari Ramadhan. Apa kabar shaum kalian?

Bagi Rhein pribadi, ada beberapa perubahan dari Ramadhan tahun lalu. Kalau tahun lalu susah tarawih di masjid karena pasti masih terjebak macet Jakarta, tahun ini Alhamdulillah bisa tarawih di masjid. Kalau tahun lalu Bapak masih ngantor, Alhamdulillah tahun ini udah pensiun dan menghabiskan banyak waktu di rumah. Kalau tahun lalu si jago pitcher *adek Rhein yang cewe* jarang di rumah karena melanglangbuana ikut pertandingan, tahun ini giliran si jago komputer *adek Rhein yang cowo* ga di rumah gara-gara ospek di kampusnya di Bandung. Kalau tahun lalu Rhein masih males baca Al-Qur'an, tahun ini juga masih sama... *digetok pak ustadz*.

Kalau tahun lalu Rhein pulang-pergi kantor tinggal duduk manis di mobil karena ada supir, tahun ini pun Rhein tetep punya supir, tapi ganti-ganti tiap hari alias supir angkot. Nah, karena sekarang selalu pakai angkutan umum inilah Rhein jadi lebih 'melihat' berbagai fenomena Ramadhan yang kayak…